selamat datang

KEDAI BUKU PERINTIS PUTRA PERDANA

kerana secangkir kopi


ku lihat wajah keletihan yang baru berlabuh
dipersinggahan sebentar tadi menunaikan solat mungkin
sejuk ku memandang lelaki yang tegak imannya
gaya selamba merendah diri bagai gagak dirimba
ku ingin kenali hatinya sedekat mungkin
wajahnya terlukis garis kedukaan atau menahan kerinduan mendalam
pada yang ditinggalkan atau yang meninggalkannya
atau dia tertinggal kenangannya dalam perantauan
lalu ku hampiri dengan segala keinginan ingin tahu
kenapa abang seperti merenung jauh
melihat hutan hutan didepanmu seakan lemas dilautan
tidak ada senyuman malah hilang kata kata
apa gelora atau golodak yang menghemtam jiwa
perlukah aku bertanya?
aku kembali menjadi kelu
diam diri tapi hatiku tidak membisu
lalu aku hulurkan budi bahasa
"abang.secangkir kopi ini.harap dapat hilangkan keletihan dan dahaga
untuk teruskan perjalanan nanti"
terima kasih katamu
walau secangkir kopi
hilanglah hausku bagai sezaman
dan kamu yang memberi secangkir kopi ini
tunggu disini...saya akan kembali...
seketika aku terdengar suara itu
yang tiada dalam genggamanku...
dan kini aku pula ditinggalkan....
bersama secangkir kopi yang kosong didepanku..

Category:

5 comments:

Anonymous said...

Secawan kopi tongkat ali?

zeza said...

sinonim dengan 40an keatas.....tidak ada sanggahan...

SY said...

Mmmm! menarik dn penuh pengertian, memang boleh dibaiki sana-sini...baca berulang kali...lagi dan lagi....sajak harus padat dengan sedikit kata-kata tapi membawa lebih banyak makna. Walaupun mengenai seecangkir kopi tidaklah wajar ditulis dengan warna gelap juga yang akan menyukarkan pembaca mencari didalam kegelapan itu. Apapun, syabas,tahniah dan teruskan menulis...ada yang memerhatikan...

SEKALUNG BICARA said...

sayang zeza i tak boleh minum kopi....

zeza said...

sy
terima kasih....ingatan...teguran.
sekalung bicara..rugi rugi...
kopi yang hitam pekat tapi mampu membuka mata .....tidak lena.

Post a Comment